#100HariKerja

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI MADIUN

#100HariKerja

“Kabinet Sahitya Sakti

 

 

 

Kami tak ingin jadi pohon bambu, kami ingin jadi pohon oak yang berani menentang angin

-Soe Hok Gie-

 

 

Intermezzo

Izinkan kami menceritakan motivasi mengajukan diri di posisi ini. Saat itu, saya (Arifudin Aji Pangestu) dan calon wakil saya (Priscylia Gretha A.) adalah anggota dari BEM periode 2017/2018 Kabinet Literasi yang memiliki arti Lintas Tingkat Resolusi. Melalui pertimbangan yang panjang, masukkan dari demisioner, senior, dan beberapa rekan di Kabinet Literasi membuat saya berani mengajukan diri di posisi ini. Walaupun terdapat beberapa terkendala dengan kepercayaan diri. Bisa dilihat dari penyerahan berkas pendaftaran calon Presiden BEM keberanian dan tekad saya mulai terkumpul pada saat H-2 batas akhir pengumpulan berkas. Berbeda dengan Cyla, Calon wakil saya pada saat itu. Dari segi apapun Cyla sudah siap sepenuhnya untuk mencalonkan diri sebagi Calon Presiden BEM.

Singkat cerita, Pada saat itu terdapat tiga pasangan calon Presiden BEM dan Wakil Presiden BEM. Hal itu merupakan titik balik bagi kami, dimana di periode sebelumnya hanya ada satu pasangan calon Pres dan Wapres dengan sistem pemilihan aklamasi. Tanggal 17 November 2017 adalah hari penentuan nomor urut pasangan. Pada saat itu kami mendapatkan nomor urut 2. Rekan-rekan memberikan kami julukan yaitu “cylbon”. Selain itu jargon yang kami bawa adalah “Kuliah no.1 , PresWapres no.2

Dalam rangka persiapan Orasi Pemilihan Capres dan Cawapres BEM kami menyusun berbagai visi misi serta program kerja dengan harapan membawa sebuah perubahan untuk periode kepengurusan selanjutnya. Pada tanggal dilaksanakan 20 November 2017 Orasi calon Pres dan Cawapres. Kami menyampaikan visi misi dan proker-proker dihadapan perwakilan Ormawa. Sangat gugup bagi saya pada saat itu, karena dalam orasi tersebut merupakan kesempatan ketiga saya untuk berbicara di depan umum. Alhamdulillah pada saat orasi juga berjalan dengan lancar. Berbagai pertanyaan yang diajukan oleh perwakilan ormawa dan rekan pasangan calon yang lain dapat kami jawab. Hingga tibalah di hari Pemilihan (Pemungutan Suara). Pemungutan suara sendiri dilakukan pada Kamis 23 November 2017. Dengan dihadiri oleh beberapa rekan seangkatan dan senior di Kabinet Literasi, serta beberapa perwakilan dari Ormawa. Pemungutan suara sendiri dilakukan di Hall Politeknik Negeri Madiun, Serayu. Dimulai dari jam 09:00 WIB s/d 16:00 WIB. Dan terpilihlah kami pasangan “boncyl” sebagai Presiden dan wakil Presiden BEM periode 2018/2019 dengan perolehan 575 suara.

Setelah terpilih, dalam masa transisi kami membentuk jajaran kabinet. Yang pertama kami mulai melakukan oprec Menteri. Di situlah kami mulai mengajak rekan-rekan seangkatan di Kabinet Literasi untuk ikut melanjutkan perjuangan di periode kami. Dari 18 rekan seangkatan , yang ingin mengabdi dan melanjutkan perjuangannya di BEM terdapat 15 orang. Dan terpilih 14 orang yang kami amanahkan sebagai Menteri ataupun jajarannya. Setelah Menteri dan jajarannya terpilih, Kami melakukan oprec untuk staf Kementerian yang dilaksanakan pada tanggal 6-18 Desember 2017 dengan berbagai tahap. Pada tanggal 6-11 Desember 2017 dilaksanakan pendaftaran dan pengumpulan berkas calon anggota BEM yang pada saat itu terdapat 59 orang yang mendaftar. Pada tanggal 11 Desember 2017 dilaksanakan Tes Tulis calon anggota. Pada tanggal 12 Desember 2017 dilaksanakan Tes Wawancara calon anggota.  Tes ini kami beri sedikit inovasi daripada periode sebelumnya. Dimana di periode sebelumnya, Tes Wawancara calon anggota BEM dilakukan oleh Pres, Wapres, beberapa demisioner , dan beberapa Ketua Ormawa dari HMJ. Untuk periode Kami, Tes Wawancara anggota dilakukan oleh Pres, Wapres, Menteri, dan beberapa Demisioner. Diharapkan dengan sistem yang seperti itu para Menteri dapat memilih anggota sesuai dengan kebutuhan dari setiap kementerian. Selain itu para menteri juga dapat mempertanggung jawabkan calon anggota yang direkomendasikan.

Setelah melalui berbagai tahap seleksi untuk calon anggota BEM, terdapat beberapa rekomendasi nama yang diharapkan terpilih menjadi anggota BEM periode 2018/2019. Pada Tanggal 15 Desember 2017 kami mengadakan Musyawarah kecil di angkringan untuk menentukan nama-nama yang terpilih menjadi anggota BEM dan kebetulan Mas Amm (PresBem Periode 2017/2018) hadir pada saat itu. Pada akhirnya terpilihlah 25 orang terbaik dari yang baik di PNMdari 59 orang yang mendaftarkan diri sebagai calon anggota BEM. Pada tanggal 18 Desember 2017 adalah hari diumumkannya anggota BEM yang terpilih dan dihari itu juga yang kelak akan di kehendaki sebagai terbentuknya Sahitya Sakti. Nama Sahitya Sakti sendi saya ambil dari pemikiran warung pada saat itu dengan Cyla (Wapres) , Mas Amm (PresBem Kabinet Literasi), Mas Bima (Menlu Kabinet Literasi), dan Mas Bashori (PresBem 2013/2014) yang berasal dari bahasa Sansekerta. Dengan nama ini kami memiliki harapan bahwa kabinet ini nantinya bisa lebih solid dan mampu bersinergis dengan seluruh anggota maupun Ormawa di PNM, sehingga dapat menciptakan suasana keorganisasian yang kuat.

Setelah pembentukan Kabinet Sahitya Sakti, tepatnya pada tanggal 17 Januari 2018 dilaksanakan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dilakukan oleh KPUM. Sertijab yang dilakukan dihadiri oleh seluruh jajaran Kabinet Sahitya. Setelah terjadinya prosesi Sertijab, seluruh jajaran Kabinet Sahitya Sakti resmi mendapatkan mandat untuk mengemban tugasnya untuk meneruskan perjuangan dari Kabinet Literasi. Mandat ini merupakan anugerah dan amanah bagi kami.

Tidak terasa tepat pada tanggal 26 Maret 2018 merupakan #100HariKerja Kabinet Sahitya Sakti. Berbagai suka, duka, canda dan tawa sudah kita lalui bersama seperti keluarga. Banyak sekali pelajaran yang kami peroleh dengan keluarga baru ini. Salah satunya adalah semangat belajar dari rekan- rekan yang sangat luar biasa. Semangat juga dalam mengikuti berbagai kegiatan internal, delegasi maupun yang berkaitan dengan UKM juga sangat membanggakan. Namun ada juga berbagai problema juga yang muncul bersamaan dengannya.

Ingatlah untuk bersikap senantiasa memperbaiki diri. Senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan untuk mengatasinya. Tegurlah, jika anggota keluarga baru kalian ini ada yang menyimpang tujuannya atau yang mulai tersesat dari jalan awalnya. Ibaratkan saja Kabinet ini seperti kendaraan ketika berjalan Dia akan mengikuti kehendak pengemudinya untuk mencapai tujuan. Namun ketika dalam perjalanannya tersebut bahan bakar semangatnya, isilah dengan bahan bakar semangat-semangat yang baru. Apabila menemui jalan yang terjal dan berbatu, berhati-hatilah atau jika perlu tuntunlah hingga ujung jalan itu. Adapun yang berhasil kami lakukan selama #100Hari Kerja Kabinet Sahitya Sakti kami berhasil melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya :

  1. Makrab Anggota BEM Kabinet Sahitya Sakti,
  2. Mubes AD/ART BEM,
  3. Koordinator Sosialisasi dan Expo Kampus,
  4. Melantik dan Pengambilan Sumpah jabatan Ketua HMJ,
  5. Rapat Triwulan Kementerian Minat Bakat,
  6. Rapat Rutin Kementerian Dagri bersama Ormawa,
  7. Penggalangan Dana bencana alam Gunung Sinabung, Tanah Longsor Brebes, dan KLB Asmat Papua,
  8. Monitoring UKM,
  9. Arisan Ormawa, dan mungkin masih ada lagi.

Mungkin sedikit yang bisa kami capai dalam #100Hari Kerja ini. Dengan senantiasa memohon rahmat Tuhan yang Maha Esa, melalui #100HariKerja Kabinet Sahitya Sakti kami senantiasa berharap berbagai kebaikan dan berbagai pemikiran untuk bersumbangsih merubah peradaban. Kami Muda Berintegritas, Semangat Menebar Kebermanfaatan!!!

#100HariKerja

#KabinetSahityaSakti

#HidupMahasiswa

#HidupPoliteknik

#HidupRakyatIndonesia

(Presiden dan Wakil Presiden BEM PNM)

—Kabinet Sahitya Sakti—